Profil Fitopatologi

Apa itu fitopatologi?

Fitopatologi  merupakan adopsi dari kata phytopathology (phytos = tumbuhan; pathos = sakit; dan logos = ilmu). Fitopatologi atau disebut juga ilmu penyakit tumbuhan adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari interaksi antara tanaman, patogen (penyebab penyakit) dan lingkungan. Penyakit akan muncul apabila terdapat tanaman yang rentan, patogen yang virulen, dan lingkungan mendukung untuk terjadinya penyakit.

Penyakit tumbuhan mulai dirasakan mempunyai arti yang penting ketika terjadi wabah kelaparan di Irlandia yang dikenal dengan Irish famine. Kelaparan terjadi karena makanan pokok mereka yakni kentang diserang oleh jamur Phytophthora infestans yang menyebabkan penyakit hawar daun kentang. Beribu-ribu orang meninggal dunia akibat kelaparan tersebut dan mendorong orang-orang Irlandia bermigrasi ke Amerika Serikat untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Beberapa penyakit penting dalam sejarah fitopatologi di Indonesia antara lain adalah penyakit karat daun kopi yang disebabkan jamur Hemileia vastatrix, penyakit tungro pada padi yang disebabkan oleh virus, CVPD (huanglongbin) pada jeruk yang disebabkan oleh bakteri Liberobacter asiaticum, busuk batang vanili yang disebabkan oleh jamur Fusarium oxysporum f.sp. oxysporum, penyakit kuning pada cabai yang disebabkan oleh virus, penyakit NSK pada kentang yang disebabkan oleh nematoda Globodera rostochiensis, dan lain-lain.

Dewasa ini perkembangan fitopatologi sudah semakin pesat seiring dengan tuntutan jaman yang serba ingin cepat dan efisien. Diagnosis penyakit tumbuhan secara molekuler memberikan hasil yang lebih pasti, cepat, dan dapat dilakukan dengan jumlah sampel yang banyak. Pengembangan sistem peramalan penyakit tumbuhan dengan program-program yang terkomputerisasi dapat mengantisipasi tindakan-tindakan pengendalian penyakit yang diperlukan menjadi lebih ramah lingkungan dan aman bagi makhluk hidup. Kemajuan bioteknologi juga memacu perkembangan fitopatologi. Perakitan gen-gen tahan pada tanaman terhadap penyakit tertentu menjadi lebih memungkinkan sehingga dapat dihasilkan tanaman yang tahan sekaligus dengan produksi yang tinggi.

 

@2012 Perhimpunan Fitopatologi Indonesia